Bali, 7 – 11 September 2025 — Sebanyak 290 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, yang terdiri dari program studi S1 Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Islam, telah sukses melaksanakan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Bali. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 September 2025 ini didampingi oleh 23 dosen dan tenaga pendidik. KKL bertujuan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa untuk melihat langsung implementasi teori di dunia kerja dan memperluas wawasan mereka terkait sektor ekonomi, keuangan, dan pariwisata.


Mendorong Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Pada hari kedua KKL, tepatnya tanggal 8 September 2025, rombongan FEB Unwahas mengunjungi Desa Adat Ulun Danu. Kunjungan ini fokus pada pengelolaan pariwisata di The Blooms Garden. Mahasiswa berkesempatan mempelajari model bisnis yang diterapkan di tempat wisata ini, yang memadukan keindahan alam dengan kearifan lokal. Diskusi mendalam dengan pengelola The Blooms Garden membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan sektor pariwisata. Mereka melihat bagaimana pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga alat untuk melestarikan budaya dan menjaga ekosistem.

“Kunjungan ke The Blooms Garden memberikan perspektif baru bagi mahasiswa kami tentang pariwisata berkelanjutan. Mereka belajar bagaimana sebuah tempat wisata bisa berkembang pesat sambil tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian alam,” ujar salah satu dosen pendamping.

Menggali Potensi Keuangan dan UMKM

Rangkaian kunjungan dilanjutkan pada 9 September 2025 dengan mendatangi beberapa instansi penting. Rombongan dibagi menjadi dua kelompok untuk memaksimalkan pengalaman belajar. Kelompok pertama mengunjungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali. Di sana, mahasiswa mendapatkan pemaparan tentang peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, melindungi konsumen, serta regulasi di sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank. Diskusi interaktif dengan perwakilan OJK memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang di industri keuangan digital saat ini.

Sementara itu, kelompok lain mengunjungi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung. Kunjungan ke Dinas Pariwisata membahas strategi promosi pariwisata Badung yang dikenal sebagai “Jantung Pariwisata Bali.” Mahasiswa mempelajari berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Di Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, fokus diskusi adalah peran pemerintah dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mahasiswa melihat bagaimana kebijakan dan program pemerintah membantu UMKM tumbuh, mulai dari aspek permodalan, pemasaran, hingga legalitas usaha.

“Kunjungan ke OJK, Dinas Pariwisata, dan Dinas Koperasi memberikan gambaran nyata tentang sinergi antara sektor publik dan swasta dalam membangun ekonomi. Ini sangat relevan dengan kurikulum yang kami ajarkan di FEB,” kata ketua rombongan KKL.


Studi Wisata sebagai Bagian dari Pembelajaran

Selain kunjungan ke instansi-instansi terkait, kegiatan KKL juga diisi dengan studi wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna. Mahasiswa diajak mengunjungi beberapa ikon pariwisata Bali, seperti Pantai Pandawa, Pantai Jimbaran (terkenal dengan kuliner seafood-nya), Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan Tanah Lot. Kunjungan ini memberikan pemahaman langsung tentang diversitas daya tarik wisata Bali. Mereka melihat bagaimana pariwisata dikelola secara profesional untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, sekaligus menjadi pilar ekonomi utama di Pulau Dewata.

Kegiatan KKL ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa FEB Unwahas. Dengan melihat langsung praktik di lapangan dan berinteraksi dengan para ahli di bidangnya, kompetensi mereka, baik secara hardskill maupun softskill, akan meningkat. Pengalaman ini juga menjadi inspirasi bagi mereka untuk bisa menciptakan lapangan kerja atau menjadi profesional yang siap bersaing setelah lulus nanti. FEB Unwahas berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa demi menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu ekonomi dan sosial di masyarakat.

Tentang Universitas Wahid Hasyim (Unwahas)

Unwahas adalah salah satu perguruan tinggi terkemuka di Semarang yang terus berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas. FEB Unwahas menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan pasar, didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten dan fasilitas modern.

Semarang, 15 Agustus 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) secara resmi mengeluarkan kebijakan terobosan bagi mahasiswanya melalui Pengumuman Nomor 254/D.05/UWH/VIII/2025. Kebijakan ini mengatur tentang ketentuan konversi mata kuliah wajib Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun Akademik 2024/2025 menjadi aktivitas publikasi artikel ilmiah pada jurnal bereputasi. Langkah strategis ini tidak hanya memberikan solusi bagi mahasiswa yang memiliki kendala untuk mengikuti KKL secara fisik tetapi juga secara aktif mendorong budaya meneliti dan mempublikasikan karya ilmiah di kalangan civitas akademika.

Kuliah Kerja Lapangan selama ini menjadi bagian integral dari kurikulum yang bertujuan memberikan pengalaman praktis dan langsung di dunia usaha dan industri. Namun, Fakultas menyadari bahwa terdapat beragam hambatan yang mungkin dihadapi mahasiswa, mulai dari kondisi kesehatan, keterbatasan finansial, hingga komitmen lain yang tidak dapat dihindari. Sebagai bentuk responsif terhadap dinamika dan kebutuhan mahasiswa, FEB Unwahas merancang mekanisme konversi yang memungkinkan capaian pembelajaran KKL digantikan dengan capaian intelektual lain yang setara, yaitu publikasi ilmiah.

Syarat dan Skema Konversi yang Jelas dan Terstruktur

Kebijakan ini dirancang dengan sangat jelas dan terstruktur untuk memastikan transparansi dan menjaga kualitas akademik. Terdapat beberapa poin kriteria utama yang diatur dalam pengumuman tersebut:

Pertama, Persyaratan Peserta. Kebijakan konversi ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa aktif yang telah menginput mata kuliah KKL dalam Kartu Rencana Studi (KRS) mereka pada semester berjalan dan memiliki alasan yang logis serta dapat dipertanggungjawabkan untuk tidak mengikuti kegiatan KKL lapangan.

Kedua, Ketentuan Publikasi yang Berjenjang. Ini merupakan jantung dari kebijakan baru ini. FEB Unwahas memberikan opsi konversi dengan level yang sangat detail, disesuaikan dengan kualitas dan reputasi jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan. Skemanya adalah sebagai berikut:

  • Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 5 atau 6: Satu artikel yang diterbitkan sebagai penulis pertama dapat mengkonversi KKL untuk 1 (satu) mahasiswa.
  • Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 3 atau 4: Satu artikel yang diterbitkan dapat mengkonversi KKL untuk 1 (satu) mahasiswa.
  • Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA 1 atau 2: Satu artikel yang diterbitkan dapat mengkonversi KKL untuk 2 (dua) mahasiswa.
  • Jurnal Internasional Bereputasi yang terindeks Web of Science (WoS) atau Scopus: Satu artikel yang diterbitkan dapat mengkonversi KKL untuk 4 (empat) mahasiswa.

Skala ini menunjukkan komitmen fakultas untuk mendorong mahasiswa menargetkan publikasi di jurnal dengan tingkat akreditasi dan reputasi yang semakin tinggi. Semakin tinggi kualitas jurnalnya, semakin banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya, yang juga mendorong kolaborasi tim yang solid.

Kolaborasi dengan Dosen: Menjaga Kualitas dan Membina Hubungan Akademik

Sebagai upaya menjaga kualitas ilmiah dan membimbing mahasiswa dalam proses penulisan yang mungkin masih baru bagi mereka, kebijakan ini mewajibkan setiap artikel yang diajukan untuk konversi harus mencantumkan minimal satu dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas sebagai pembimbing atau penulis tambahan. Ketentuan kolaborasi ini memiliki multi-manfaat:

  1. Mentoring Akademik: Dosen dapat membimbing mahasiswa dalam metodologi penelitian, analisis data, dan tata cara penulisan ilmiah yang baik.
  2. Jaminan Kualitas: Keikutsertaan dosen memastikan bahwa artikel yang dipublikasikan memenuhi standar akademik yang rigor.
  3. Memperkuat Jejaring: Kolaborasi ini memperkuat hubungan antara dosen dan mahasiswa di luar kelas, menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis dan suportif.

Prosedur Pengajuan yang Efisien

Prosedur yang harus diikuti oleh mahasiswa yang telah memenuhi kriteria juga telah dipersiapkan secara efisien untuk memudahkan administrasi:

  1. Mahasiswa yang telah memiliki bukti publikasi jurnal atau Letter of Acceptance (LoA) harus menemui Ketua Program Studinya.
  2. Ketua Program Studi kemudian akan melakukan verifikasi mendalam terhadap keaslian dan keabsahan publikasi jurnal tersebut, memastikan bahwa jurnal dan artikelnya sesuai dengan ketentuan.
  3. Setelah verifikasi dinyatakan valid, Ketua Program Studi akan melakukan input nilai untuk mata kuliah Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tersebut.

Dampak dan Harapan Jangka Panjang

Kebijakan konversi KKL melalui publikasi jurnal ini dinilai sebagai sebuah lompatan besar dalam memodernisasi dan meningkatkan mutu keluaran akademik di FEB Unwahas. Kebijakan ini sejalan dengan visi perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian serta pengabdian masyarakat.

Diharapkan, kebijakan ini tidak hanya menjadi “jalan keluar” bagi yang berhalangan, tetapi menjadi “jalan pemacu” bagi seluruh mahasiswa untuk lebih giat lagi meneliti dan menulis. Pada akhirnya, budaya meneliti sejak dini akan membentuk lulusan yang tidak hanya siap kerja tetapi juga mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ekonomi dan bisnis, baik secara nasional maupun internasional.

Dengan demikian, pengumuman ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah pernyataan ambisius FEB Unwahas untuk membentuk generasi ekonom dan praktisi bisnis yang unggul, kritis, dan berkontribusi bagi khazanah keilmuan.

Disampaikan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wahid Hasyim, bahwa perkuliahan Semester Pendek TA. 2024/2025 akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

Persyaratan Peserta

  • Mahasiswa aktif (sudah melakukan heregistrasi)
  • Mata kuliah yang diambil adalah mata kuliah ulang (sudah pernah ditempuh) dengan nilai minimal CD.
  • Mata Kuliah yang diajukan semester pendek boleh berasal dari semester gasal dan atau genap
  • Jumlah sks yang diambil maksimal 9 sks seluruh mata kuliah.
  • Melakukan pembayaran biaya semester pendek/antara sesuai ketentuan
  • Mengikuti jumlah pertemuan kuliah 8 kali pertemuan tatap muka termasuk 1 kali ujian.
  • Kuliah Semester pendek dapat dilaksanakan jika peserta kuliah terdapat minimal 5 mahasiswa pada 1 mata kuliah yang sama.

Prosedur Pendaftaran

    Mahasiswa dapat melakukan pendaftaran semester pendek dengan mengikuti alur sebagai berikut:

    1. Mengisi formulir secara online pendaftaran melalui link : https://bit.ly/FEB-Unwahas-SP-2025
    2. Jika mata kuliah yang diambil sudah dijadwalkan, selanjutnya mahasiswa membayarkan biaya semester pendek. Biaya kuliah semester pendek adalah Rp. 150.000,-/mata kuliah.
    3. Pembayaran melalui nomor rekening Fakultas (No. Rek. BNI : 1179815832/ an. Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim).
    4. Menyerahkan slip bukti pembayaran mata kuliah kepada Bagian Tatausaha.

    Penjadwalan Kuliah

    • Fakultas/Prodi akan melakukan rekapitulasi mata kuliah yang diambil dan menjadwalkan kuliah semester pendek.
    • Mahasiswa diharapkan aktif untuk mengakses informasi jadwal kuliah semester pendek di website resmi dev2.unwahas.ac.id/
    • Jika mata kuliah yang telah dipilih ternyata tidak dijadwalkan oleh fakultas, maka mahasiswa dapat mengganti dengan mata kuliah lain yang sudah dijadwalkan oleh fakultas melalui Bagian Tatausaha.

    Tanggal Penting Semester Pendek/Antara

    • Pendaftaran mata kuliah        : 16 – 24 Juli 2025
    • Penjadwalan kuliah               : 24 – 28 Juli 2025
    • Waktu pembayaran              : 28 – 30 Juli 2025
    • Input KRS                          : 1 – 4 Agustus 2025
    • Masa perkuliahan dan UAS     : 1 – 26 Agustus 2025

    Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

    Download Pengumuman : Pengumuman Semester Pendek FEB 2025

    SELAMAT DAN SUKSES atas diraihnya Peringkat Akreditasi Program Studi S1 Manajemen “UNGGUL

    Senin (24/06/2025) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengucap Syukur Alhamdulillah dengan telah berhasilnya Program Studi S1 Manajemen mendapatkan Peringkat Akreditasi UNGGUL dari LAMEMBA Berdasarkan Surat Keputusan No. 2410/DE/A.5/AR.10/VI/2025.

    Merupakan kebanggaan bersama keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan raihan prestasi tersebut,. Semoga Prestasi yang telah diraih dapat memberi motivasi untuk tetap berkarya dan lebih terpacu untuk menjadikan Program Studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim lebih baik lagi dan lebih memiliki keunggulan ke depannya. 

    Jazzakumulah khoiron atas segala doa dan dukungan seluruh stakeholder semoga manambah keberkahan bagi kita semua Amin.”

    KALENDER AKADEMIK SEMESTER
    GENAP TAHUN AKADEMIK 2024-2025

    UJIAN AKHIR SEMESTER
    Pelaksanaan : 28 Juni 06 Juli 2025
    Input & Penyerahan Nilai : 07 – 14 Juli 2025
    Yudisium : 15 – 16 Juli 2025
    Link download Jadwal : https://drive.google.com/file/d/1JVrjImKMqInS17VQ_Ka2xx37VH0RodJn/view?usp=sharing

    UJIAN SUSULAN
    Pendaftaran : 30 Juni s/d 05 Juli 2025
    Pelaksanaan : 07 Juli 2025
    Reguler Pagi : Jam 08:00 s/d 15:00 WIB
    Reguler Sore : Jam 16:00 s/d 21:00 WIB
    Link Pendaftaran : https://forms.gle/AXa7MuCXALrC7SCp7

    SEMESTER PENDEK
    Masa KUliah : 01 s/d 31 Agustus 2025
    Yudisium : 08 – 09 September 2025
    Link Pendaftaran : https://forms.gle/7rQwwuTpKTa1AKpH8

    Semarang, 28 Februari 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) telah sukses mengadakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 27 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Cabang Khusus (DPCK) FEB Keluarga Alumni Wahid Hasyim (KAWAH) Unwahas serta sekitar 40 peserta lainnya, yang terdiri dari alumni dan mahasiswa. FGD ini menjadi wadah yang sangat penting untuk berbagi ide, pengalaman, dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan FEB Unwahas.

    Acara dimulai dengan sesi perkenalan yang hangat, di mana para alumni saling berbagi pengalaman dan pandangan mengenai perjalanan mereka setelah lulus dari Unwahas. Suasana yang akrab dan penuh semangat menciptakan interaksi yang positif di antara para peserta. Usman dan Mbak Yani, sebagai moderator, membuka sesi saran dengan menekankan pentingnya membangun dan memperkuat hubungan antar alumni. Mereka mengusulkan agar alumni dapat membentuk kelompok yang solid, yang tidak hanya berfungsi sebagai jaringan sosial, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat saling mendukung dalam berbagai aspek, termasuk karier dan pengembangan diri. Mereka percaya bahwa jaringan alumni yang kuat akan menjadi aset berharga bagi kemajuan institusi dan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

    Muhammad Seto, alumni lainnya, memberikan pandangan yang mendalam tentang peran alumni dalam mendukung adik-adik tingkat mereka. Ia menawarkan diri untuk membantu alumni junior agar bisa bergabung di tempat kerjanya, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar alumni. Seto menekankan bahwa dukungan dari alumni yang lebih senior sangat penting bagi mahasiswa yang baru lulus, terutama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

    Selanjutnya, Arya Adam memberikan saran mengenai pentingnya pendampingan alumni dalam menghadapi dunia kerja. Ia menekankan bahwa pelatihan dan persiapan untuk wawancara kerja serta seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat diperlukan. Saran ini disambut baik oleh peserta, mengingat persaingan di dunia kerja yang semakin ketat dan kompleks. Arya juga mengusulkan agar FEB Unwahas dapat menyelenggarakan workshop dan seminar yang fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

    Shobirin, seorang alumni yang kini berkarir di Pelindo, menekankan betapa pentingnya manajemen transportasi dan logistik dalam dunia bisnis saat ini. Dalam upayanya untuk mendukung pengembangan mahasiswa, ia memberikan kesempatan magang kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) di perusahaannya. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman praktis mahasiswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus.

    Selain itu, Ahmad Shobirin, yang saat ini sedang menempuh studi Magister Manajemen, juga berbagi wawasan berharga mengenai investasi dan pentingnya usaha pembentukan koperasi alumni. Ia mendorong para alumni untuk berwirausaha, dengan harapan dapat menciptakan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Diskusi yang berlangsung dalam suasana interaktif dan produktif ini memungkinkan peserta untuk menyampaikan berbagai ide dan masukan, menciptakan dialog yang konstruktif.

    Semangat kebersamaan dan keinginan untuk berkontribusi kepada almamater sangat terasa selama acara. Para peserta tidak hanya aktif berpartisipasi, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk saling mendukung dalam pengembangan FEB Unwahas. Dekan FEB Unwahas, Dr. Hasan, SE., M.Sc., menutup acara dengan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua peserta atas kehadiran dan kontribusi mereka. Ia menegaskan bahwa semua usulan dan saran yang diberikan akan dicatat dan ditindaklanjuti demi kemajuan FEB Unwahas. Hal ini menunjukkan bahwa pihak fakultas sangat menghargai masukan dari alumni dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan yang diberikan.

    Forum Group Discussion (FGD) ini mencerminkan komitmen FEB Unwahas dalam membangun sinergi yang kuat dengan para alumni. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk berbagai inisiatif kolaboratif antara FEB Unwahas dan Dewan Pengurus Cabang Koperasi Alumni Wahid Hasyim (DPCK KAWAH FEB Unwahas) di masa depan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas, serta memperkuat jaringan alumni yang saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

    Semarang – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang telah melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada periode 2-12 Desember 2024 secara bertahap. Kegiatan audit ini memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa setiap program studi di FEB, yang meliputi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Islam, dan Magister Manajemen, memenuhi kualitas dan standar yang telah ditetapkan.

    AMI merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Unwahas sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Proses audit ini mencakup pemeriksaan dan evaluasi berbagai aspek penting, termasuk kurikulum yang diterapkan, proses pembelajaran yang berlangsung, fasilitas yang tersedia, serta sumber daya manusia yang terlibat dalam pengajaran dan pengelolaan program studi.

    Tim auditor internal yang terlibat dalam AMI terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan yang telah dilatih dan memiliki kompetensi dalam melakukan penilaian. Mereka melaksanakan tugasnya dengan pendekatan yang objektif dan transparan, sehingga hasil dari audit ini dapat diandalkan. Hasil dari AMI ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi FEB untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas di berbagai bidang, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika.

    Dr. Hasan, SE., M.Sc, selaku salah satu pengelola di FEB, menyatakan, “AMI ini adalah bagian penting dari komitmen Unwahas untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada mahasiswa. Kami ingin memastikan semua program studi di FEB memenuhi standar yang ditetapkan.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Unwahas dalam menjaga kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa.

    Lebih lanjut, Dr. Hasan juga berharap bahwa hasil dari AMI ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi FEB, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. “Kami berharap AMI ini menjadi momentum bagi FEB untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing,” tambahnya, menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan.

    Kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim (FEB Unwahas) berlangsung dengan sangat baik dan berhasil. Proses ini melibatkan berbagai pihak yang berperan penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di institusi tersebut. Para auditor yang terlibat menunjukkan profesionalisme dan ketelitian dalam melaksanakan tugas mereka, memastikan bahwa setiap aspek dari proses pendidikan dievaluasi secara menyeluruh.

    Dosen-dosen di FEB Unwahas juga berkontribusi secara aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya memberikan informasi yang diperlukan, tetapi juga terbuka terhadap masukan dan saran yang diberikan oleh auditor. Hal ini mencerminkan komitmen mereka untuk terus belajar dan beradaptasi demi meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di fakultas.

    Selain itu, tenaga kependidikan juga memainkan peran yang krusial dalam mendukung kelancaran kegiatan AMI. Mereka memastikan bahwa semua administrasi dan dokumentasi yang diperlukan tersedia dan terorganisir dengan baik, sehingga proses audit dapat berjalan tanpa hambatan. Kerjasama yang solid antara auditor, dosen, dan tenaga kependidikan menciptakan suasana yang kondusif untuk evaluasi dan perbaikan.

    Semarang – Bagian Akademik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unwahas pada Rabu, 5 Februari 2025. Kegiatan ini didampingi oleh Unit Penjaminan Mutu Fakultas.

    Monev ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses akademik program RPL, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung mahasiswa RPL dalam mencapai kompetensi terbaiknya. Program RPL sendiri merupakan jalur alternatif bagi mahasiswa yang telah memiliki pengalaman kerja atau pendidikan non-formal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Monev ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan bahwa program RPL di Unwahas berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa,” kata [Nama perwakilan dari Bagian Akademik Unwahas]. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa RPL mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.”

    Selama Monev, tim dari Bagian Akademik dan Unit Penjaminan Mutu Fakultas melakukan tinjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari kurikulum, materi pembelajaran, hingga fasilitas pendukung. Mereka juga berdiskusi dengan mahasiswa RPL untuk mendapatkan masukan dan saran perbaikan.

    “Kami sangat mengapresiasi masukan dari mahasiswa RPL,” lanjut [Nama perwakilan dari Bagian Akademik Unwahas]. “Masukan ini sangat berharga bagi kami dalam upaya meningkatkan kualitas program RPL.”

    Dengan sinergi antara akademik dan mahasiswa, Unwahas terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang unggul dan berkualitas. Monev RPL ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mewujudkan komitmen tersebut.

    #MoNevRPL #FEBUnwahas #RPLUnwahas #FEBBerAswaja #AswajaMendunia #UnwahasMendunia #AkademikUnwahas

    Malaysia – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang telah berpartisipasi dalam program mobilitas luar negeri yang bertujuan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malaysia. Kegiatan ini berlangsung di Ndorobei Enterprise Malaysia selama kurang lebih satu bulan, dimulai dari tanggal 13 Oktober hingga 10 November 2024.

    Program mobilitas luar negeri ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa FEB Unwahas yang memiliki minat dan fokus khusus pada pengembangan UMKM. Selama berada di Malaysia, para mahasiswa tidak hanya mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan manajemen dan pengembangan bisnis, tetapi juga terlibat langsung dalam interaksi dan kolaborasi dengan pelaku UMKM di Ndorobei Enterprise. Mereka berpartisipasi dalam berbagai aktivitas praktis, mulai dari membantu proses produksi, pemasaran produk, hingga manajemen keuangan yang esensial bagi kelangsungan usaha.

    Salah satu mahasiswa peserta mobilitas luar negeri, [Nama salah satu mahasiswa], menyatakan, “Kami merasa sangat senang dan antusias dapat berpartisipasi dalam program mobilitas luar negeri ini. Kami memperoleh banyak pengalaman berharga, terutama dalam pengembangan UMKM. Kami belajar cara mengelola bisnis dengan efektif dan memasarkan produk secara lebih luas.” Pernyataan ini mencerminkan semangat dan komitmen mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi dalam pengembangan sektor UMKM.

    Melalui program ini, mahasiswa FEB Unwahas berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan UMKM di Malaysia, sekaligus meningkatkan kompetensi diri mereka dalam bidang ekonomi dan bisnis. Dengan pengalaman yang didapat, mereka diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia di masa depan.

    Tentang Ndorobei Enterprise Malaysia

    Ndorobei Enterprise adalah sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beroperasi dalam sektor kuliner, khususnya dalam penyediaan makanan tradisional dan modern yang berkualitas tinggi. Usaha ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dan memiliki peluang untuk terus tumbuh di pasar Malaysia, berkat meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan yang unik dan autentik. Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal dan resep tradisional, Ndorobei Enterprise tidak hanya menawarkan produk yang lezat, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya kuliner lokal. Selain itu, strategi pemasaran yang efektif dan penggunaan platform digital untuk menjangkau pelanggan lebih luas telah membantu usaha ini untuk berkembang pesat.

    Tentang Program Outbound Mobility

    Program Outbound Mobility adalah inisiatif pertukaran pelajar yang memberikan peluang kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan keterampilan di institusi pendidikan di luar negeri. Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas perspektif internasional mahasiswa serta meningkatkan jaringan dan pengalaman mereka. Melalui program ini, mahasiswa dapat merasakan langsung budaya baru, berinteraksi dengan teman sebaya dari berbagai negara, dan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang bidang studi mereka. Selain itu, pengalaman internasional ini juga dapat meningkatkan daya saing mahasiswa di pasar kerja global, karena mereka akan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang lebih beragam. Program mobilitas luar negeri diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih terbuka, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

    Madinah & Makkah, Arab Saudi – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang berhasil melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di dua kota suci, Madinah dan Makkah, Arab Saudi. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 30 Agustus 2024, melibatkan berbagai pihak, termasuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unwahas, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Arab Saudi, Biro Arbani Madinah Wisata, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisnu Jepara.

    Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di dua lokasi strategis, yaitu Hotel Concorde Madinah dan Hotel Makkah Towers. Kegiatan ini ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi, termasuk pekerja migran, jamaah haji, dan lainnya. Dengan tujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia di luar negeri, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas Indonesia di Arab Saudi.

    Selama delapan hari, tim pengabdian masyarakat dari Unwahas memberikan berbagai pelatihan, seminar, dan pendampingan. Beberapa topik yang dibahas meliputi:

    1. Pengembangan UMKM: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pekerja migran dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, diharapkan peserta dapat memulai atau mengembangkan usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka.
    2. Literasi Keuangan: Program ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta cara berinvestasi yang aman dan menguntungkan. Dalam era globalisasi dan digitalisasi, literasi keuangan menjadi sangat penting untuk membantu individu membuat keputusan keuangan yang bijak dan menghindari risiko kerugian.
    3. Peningkatan Kapasitas Diri: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi peserta. Dengan meningkatkan soft skills ini, diharapkan peserta dapat lebih efektif dalam berinteraksi dengan orang lain, baik dalam konteks sosial maupun profesional.

    Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Dr. Ali Martin, S.IP., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup tiga aspek penting: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam pernyataannya, Dr. Ali Martin menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi,” ungkapnya, menekankan pentingnya kontribusi akademis dalam konteks global.

    Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerjasama yang terjalin dengan berbagai pihak, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) Arab Saudi, Biro Arbani Madinah Wisata, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara. Dr. Ali Martin menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari semua pihak yang terlibat,” menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama.

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah acara sekali jalan, tetapi juga dapat menjadi agenda rutin bagi Unwahas. Dengan demikian, universitas ini dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dr. Ali Martin menekankan komitmen Unwahas untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjawab tantangan yang dihadapi oleh komunitas Indonesia di luar negeri. “Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dan berinovasi dalam pengabdian kepada masyarakat, agar manfaat dari ilmu pengetahuan dan penelitian dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tutupnya.